Kamis, 11 September 2008

Pendukung SOHE Nyaris Tewas Digebuk Polisi


PENETAPAN pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf kembali makan korban. Bila sebelumnya, Rabu (9/9) terjadi gempa bumi di tanah leluhur Alex Noerdin, Lintang Empat Lawang, saat KPUD Sumsel mau mengumumkan kemenangan pasangan Aldy yang kemudian batal, yang memakan korban jiwa dan harta benda, kini giliran seorang pengunjukrasa yang kritis akibat digebuki polisi di tahanan.

Pengunjukrasa bernama Panji ini, ditangkap polisi dengan tuduhan sebagai provokator lantaran menabrakan truk ke kawat berduri sebagai pembatas area 500 meter dari kantor KPUD Sumsel, Kamis (11/9) siang. Dia ditangkap bersama dua pendukung SOHE lainnya, Gerbana Setiawan (39), dan Otong (29).

Bila dilihat dari situasinya, Panji yang terpancing emosinya cukup pantas. Sebab sekitar 500 massa SOHE yang ingin menuntut KPUD Sumsel agar melakukan pemungutan suara ulang di Musi Banyuasin lantaran adanya dugaan penggelembungan massa, harus berhadapan dengan ribuan anggota polisi, tentara, bersenjata lengkap, bak mau perang. Tidak disitu saja, ratusan meter kawat berduri dipasang polisi buat memblok jalan. Lalu dua helicopter keliling Jakabaring buat meneror para pengunjukrasa. Para pengunjukrasa ini seperti pasukan teroris yang membahayakan Negara, padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi politiknya.

Saat ditemui Oposisi Timur, pada Kamis malam, kondisi Panji sangat memprihatinkan. Selain seluruh tubuhnya memar akbat pukulan, juga mukanya remuk dihantam pukulan.

Anehnya para aktifis hukum dan HAM di Palembang, yang selama ini berteriak soal kemanusiaan tidak bereaksi sedikit pun. Ada kabar mereka yang banyak berkumpul di sebuah lembaga bantuan hukum itu, justru telah berpihak secara politik ke Alex Noerdin. Sungguh suatu kecerdasan luar biasa dari Alex Noerdin mampu meredam musuh-musuh Golkar dan Orde Baru di masa lalu, dan kini mengajaknya berbuat kejahatan seperti Soeharto berkuasa dulu. [@]

Pengemis Tagih Janji Rumah Gratis


PASANGAN Alex Noerdin-Eddy Yusuf (Aldy) ternyata sangat popular di kalangan rakyat miskin. Termasuk juga pengemis. Seperti pengemis bernama Minah (46), yang mangkal di lampu merah DPRD Sumsel, Jalan Radial, Palembang ini. Dia mengaku mendukung Aldy
lantaran senang dengan program gratis yang ditawarkan timsesnya. Bahkan, dia sudah menerima uang Rp25 ribu, 10 bungkus mie instant, dan 5 kilogram beras, waktu masa kampanye Pilkada Sumsel yang lalu. Dia kini menagih janji Alex Noerdin, yang disampaikan Timses-nya, yang akan memberikan rumah gratis. "Aku senang nian Alex menang, semoga rumah gratis yang dijanjikannya terwujud cepat," katanya. Bagaimana? Pasti bisa dong. [@]

Rabu, 10 September 2008

Ingatlah Janji Alex Noerdin


ALEX Noerdin kepada rakyat Sumsel memiliki janji yang cukup bagus dan mulia. Janji yang dia sampaikan sebelum maupun pada saat kampanye, jika dirinya terpilih sebagai gubernur Sumsel 2008-2013. Misalnya janjinya yang dikutip Koran Berita Pagi yang diberitakan pada Kamis, 14 Agustus 2008, dengan judul “H Alex Noerdin: Komitmen Saya Sudah Diketahui Nasional”. Berikut kutipan dari pernyataan Alex Noerdin: “Saya tidak akan mengingkarinya, sebab apa yang saya katakan itu, sudah diketahui secara nasional dan dimuat sejumlah media cetak dan televise.” Pernyataan ini disampaikannya di Pasar Jahe, Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir, Rabu (13/8). Di tengah kerumunan warga, H Alex Noerdin mengatakan, pemilihan gubernur Sumsel tinggal 20 hari lagi. Bila masyarakat percaya pada dirinya untuk mengemban amanah itu, maka Alex mengatakan, ia hanya membutuhkan waktu 1 tahun untuk mewujudkan sekolah gratis dan berobat gratis bagi seluruh masyarakat Sumsel. “Saya tidak akan mengingkarinya, sebab apa yang saya katakan itu, sudah diketahui secara nasional dan dimuat sejumlah media cetak dan televisi,” ujarnya. Menanggapi pernyataan itu, Abdullah Warga Muara Burmai mengaku, setuju dengan komitmen Alex tersebut. Dirinya menilai, sudah sepatutnya seorang pemimpin menjadi sosok yang berani bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya. “Berobat gratis dan sekolah gratis telah menjadi keinginan masyarakat. Tapi tidak semua pemimpin bisa melakukannya, dan pemimpin memang seharusnya berkomitmen serius atas ucapannya,” ujar Abdullah. Sementara itu di lapangan Desa Dabuk Rejo, ribuan warga menghadiri silaturahmi dan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Kepala desa Dabuk Rejo, Marjuki mengaku, senang dengan kehadiran Alex di tengah warga. Dirinya menyadari upaya penyambutan terhadap Alex belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh kondisi sarana dan prasarana desa yang belum optimal. Dalam sambutannya, H Alex Noerdin mengatakan, perbaikan jalan menuju Dabuk Rejo merupakan tanggung jawab pemerintah OKI. Namun, APBD OKI belum memadai untuk pembangunan panjang jalan yang ada saat ini. Menjadi tugas pemerintah propinsi untuk membantu pembangunan tersebut.
Sepekan kemudian, dalam pemberitaan Berita Pagi pada Selasa, 19 Agustus 2008 dengan judul “Jika Alex–Eddy Menang PKL Dapat Tempat Istimewa”.
Dituliskan dalam berita itu; Komitmen yang berpihak pada rakyat pasangan kandidat Gubernur Sumsel Alex Noerdin – Eddy Yusuf bukan hanya sebatas kepada pedagang kaki
lima (PKL). Akan tetapi juga sudah dilakukan kepada tukang ojek, penarik becak dan lainnya. Dana pemerintah itu juga milik rakyat, yang seharusnya kembali ke rakyat melalui program pro rakyat.
Dodi Reza Alex secara tegas menyatakan, apabila pasangan kandidat Gubernur Sumsel Alex Noerdin – Eddy Yusuf menang, pedagang kaki lima (PKL) akan ditempatkan di tempat yang istimewa dan tidak akan digusur.
”Ini bukan sekedar retorika Pak Alex – Eddy. Sebab, pasangan cagub ini memang sudah memiliki visi dan misi untuk itu. Namun, komitmen yang berpihak kepada rakyat tersebut bukan hanya sebatas kepada PKL, akan tetapi juga sudah dilakukan kepada tukang ojek, penarik becak dan lainnya,” kata Dodi Reza Alex, ketika pengukuhan Paguyuban Rantau Alai dan peresmian Posko FPKL/SSBM (Forum Pedagang Kaki Lima/Supir Speed Boat Musi) serta pemantapan satuan tugas (satgas) Relawan Ungu se-Kota Palembang di lapangan Jalan KH Wahid Hasyim Kertapati, Senin (18/8).
“Motivasi kami mendukung pasangan Alex – Eddy, karena pendidikan di sebagian besar daerah Sumsel sudah terbelakang. Mudah-mudahan dengan mendukung pasangan ini akan dapat mewujudkan sekolah gratis dan berobat gratis secara lebih luas di Sumsel,” kata Maskur, Ketua FPKL dan SSBM sembari mengakui ia membawahi sekitar 16000 PKL dalam berbagai profesi dan SSBM yang tersebar diseluruh Sumsel.
Dodi Reza Alex, meminta restu agar cita-cita yang selama ini diperjuangkan dapat tercapai, dan masyarakat dapat memenangkan Alex - Eddy. Dodi memberi alasan mengapa masyarakat harus mendukung Alex, karena menurutnya, beban masyarakat Sumsel sudah banyak dan berat, mulai dari lonjakan harga sembako hingga biaya berobat yang mahal.
“Sejak 2002 bapak (Alex Noerdin-red) sudah mencanangkan sekolah dan berobat gratis di Muba, karena menurut pemikiran bapak, rakyat memiliki hak untuk mengecap pendidikan dan kesehatan yang baik. Selain itu dana pemerintah itu juga milik rakyat, yang seharusnya kembali untuk rakyat, melalui layanan program pro rakyat,” tegas Dodi Reza.
Program berobat dan sekolah gratis, tambah Dodi, sudah enam tahun dilaksanakan di Muba. Ternyata program itu telah mengurangi beban rakyat. Sedangkan di Sumsel khususnya
Palembang, kata dia, masih banyak rakyat yang susah menyekolahkan anak dan kesulitan berobat.
“Bapak berpikir untuk apa sejahtera dirumah sendiri (Muba) apabila tetangganya menderita. Untuk itulah Alex - Eddy ikhlas melepaskan jabatan bupati, agar bisa bertanggung jawab menyejahterakan rakyat Sumsel,” ujar Dodi. [@]